Universitas Citra Bangsa; Berdayakan Remaja Agar Sehat dan Produktif

 UCB_News_Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Citra Bangsa melaksanakan program pemberdayaan remaja bertajuk “Peer Empowerment for Healthy Youth: Integrasi Edukasi Kesehatan Seksual, Reproduksi, dan Mental dengan Ekonomi Kreatif Digital untuk Membangun Kesadaran Diri Remaja di Komunitas Gereja” pada Sabtu hingga Minggu, 25–26 Juli 2026, di Aula Paroki Santo Fransiskus Asisi, BTN Kolhua, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program ini menyasar remaja Katolik di lingkungan paroki setempat dan mengusung pendekatan yang memadukan edukasi kesehatan seksual, reproduksi, dan mental dengan penguatan literasi ekonomi kreatif digital. Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan seksual, reproduksi, dan mental secara bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk pendidik sebaya atau peer educator yang mampu menjadi sumber informasi, teman berdiskusi, dan penggerak perubahan positif di lingkungan komunitas. 

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Universitas Citra Bangsa dan Kelompok Remaja Katolik Paroki St. Fransiskus Asisi Kolhua. Selain memberikan edukasi, program ini juga membentuk sejumlah remaja terpilih sebagai Peer Educator, yakni kader muda yang nantinya diharapkan mampu menularkan informasi kesehatan kepada teman-teman sebayanya di lingkungan gereja. 

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi BTN Kolhua, RD. Longginus Bone. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Universitas Citra Bangsa untuk menjadikan paroki tersebut sebagai mitra kegiatan. Ia berharap program ini dapat memperluas wawasan para remaja setempat agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berkontribusi bagi gereja maupun masyarakat luas. 

 

Harapan senada disampaikan Ketua Tim PKM, Maria Yasintha Goa, S.Kep., Ns., M.Kep. Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak paroki yang telah membuka ruang kolaborasi bagi timnya untuk melaksanakan kegiatan pengabdian ini. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas keagamaan diyakini dapat memberi dampak positif dan berkelanjutan bagi perkembangan remaja di lingkungan tersebut. 

 

Rangkaian hari pertama, Sabtu (25/7), diawali dengan registrasi peserta, pembagian modul, dan pengisian kuesioner awal (pretest). Setelah itu, panitia membentuk kelompok Peer Educator yang beranggotakan delapan hingga sepuluh remaja terpilih untuk mengikuti pelatihan dasar pendampingan sebaya. 

 

Materi inti hari pertama disampaikan melalui tiga sesi utama. Sesi pertama membahas kesehatan seksual dan reproduksi remaja, dibawakan oleh Maria Yasintha Goa, S.Kep., Ns., M.Kep. Sesi berikutnya mengangkat tema kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan kesehatan mental remaja, yang disampaikan oleh Adelbertus Manek, S.Fil., M.Si. Narasumber yang sama juga membawakan sesi tentang kepemimpinan remaja dan pengambilan keputusan yang sehat. Menjelang akhir hari pertama, peserta diajak mengikuti sesi refleksi bersama yang diisi dengan penguatan nilai moral dan spiritual oleh RD. Longginus Bone. Rangkaian hari itu ditutup dengan doa bersama dan makan malam yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia. 

 

Kegiatan hari kedua, Minggu (26/7), dibuka dengan praktik microteaching, di mana para peer educator tampil mempraktikkan materi edukasi sebaya di hadapan kelompok kecil rekan-rekan mereka. 

Sesi selanjutnya berfokus pada penguatan kapasitas digital peserta. Angela Muryanti Gatum, S.Kep., Ns., MSc., membawakan materi literasi digital dan etika bermedia kesehatan, sekaligus memandu peserta dalam praktik produksi konten digital kesehatan secara berkelompok. Sementara itu, Petrus K. Siga Tage, S.Kep., Ns., M.Kep., mengisi sesi pengenalan ekonomi kreatif digital serta strategi pemasaran dan publikasi konten di media sosial. Di sela-sela sesi teknis tersebut, panitia turut menyisipkan waktu refleksi dan penguatan nilai-nilai kristiani yang kembali dipandu oleh RD. Longginus Bone sebagai penyeimbang antara pembekalan keterampilan dan pembinaan karakter. 

 

Menjelang penutupan program, para peserta mempresentasikan hasil karya konten digital kesehatan yang mereka produksi selama pelatihan, sekaligus mengisi kuesioner evaluasi akhir (post-test). Puncak kegiatan ditandai dengan deklarasi "Peer Creative Hub Remaja Gereja", sebuah wadah yang dirancang agar para peer educator dapat terus berkarya dan berbagi edukasi kesehatan kepada sesama remaja di lingkungan paroki secara berkelanjutan. 

 

Program ini kemudian resmi ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan doa penutup yang diikuti oleh tim pelaksana, peserta, serta pihak paroki. 

 

Melalui kegiatan ini, Universitas Citra Bangsa berharap kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan komunitas keagamaan dapat terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan remaja yang menyeluruh, mencakup aspek kesehatan fisik, mental, spiritual, sekaligus keterampilan produktif di era ekonomi digital. 

tags:
Kategori